Ini hanya koleksi saya pribadi dan sebagai pertemanan silahkan men download dan sebaiknya belilah kaset/cd aslinya agar para musisi lebih eksis dan lebih muda mengembangkan kariernya

Kamis, 08 September 2011

Fariz RM ( Sakura )

Fariz Rustam Munaf yang lebih dikenal dengan nama Fariz RM ( lahir di Jakarta5 Januari 1959 ) adalah seorang penyanyi dan musikusIndonesia. Dia dikenal masyarakat melalui lagu-lagu ciptaannya, seperti Barcelona dan Sakura, yang sempat menjadi hits pada awal dekade 1980-an.
Karier bermusiknya dimulai pada usia 12 tahun, saat berteman dengan Debby Nasution dan Odink Nasution, membentuk "Young Gipsy" yang membawakan musik blues dan rock. Selanjutnya, Fariz bekerja sama dengan Addie M.S., Adjie Soetama, dan Iman R.N., membuat operet pada acara perpisahan dan grup vokal sekolahnya.
Jalan ke dunia musik profesional mulai terbuka pada tahun 1977. Bersama Adjie Soetama, Raidy Noor, Addie MS, dan Ikang Fawzi yang merupakan teman sekolahnya di SMA Negeri 3 Jakarta, ia mengikuti Lomba Cipta Lagu Remaja yang diadakan oleh Radio Prambors Jakarta. Meski hanya meraih juara III, namun tawaran dari berbagai grup band mulai berdatangan.
Fariz melanjutkan kuliah di ITB jurusan Seni Rupa pada tahun 1978. Fariz pun mencoba untuk mengembangkan dan menimba ilmu serta menambah pengalaman dengan bergabung di dua grup musik beraliran rock, Giant Step dan The Rollies. Fariz menjadi musisi pengganti untuk posisi keyboard Giant Step untuk penampilan panggung, dan menggantikan posisi pada drum untuk karya-karya pentas The Rollies. Fariz juga pernah membantu mengiringi kelompok musik dariBandung pimpinan Harry Roesli, Harry Roesli Kharisma, pada tahun 1979.
Pada tahun 1980, Fariz merilis album keduanya yang bertajuk Sakura. Di album ini, dengan sistem rekam overdubbed, Fariz memainkan berbagai instrumen, seperti drumkiborgitarbas, perkusi, sendirian. Bisa jadi Fariz terinsiprasi Stevie Wonderatau Mike Oldfield, pemusik yang bermain tunggal dalam sejumlah album rekamannya. Warna musiknya pun fresh dan groovy. Album ini sukses besar. Fariz kemudian merilis album perdananya yang belum sempat dirilis.
Di saat tren musik di negeri ini masih terbuai dalam balada yang mendayu-dayu, Fariz malah menawarkan konsep musik yang danceable ala Earth Wind & Fire dengan penonjolan pada aransemen brass section sebagai aksentuasi dan teknik bernyanyi falsetto. Setahun kemudian, Fariz R.M. membentuk grup Transs, yang personelnya antara lain Erwin Gutawa, pemusik yang sekarang banyak dikaitkan dengan aransemen berbau orkestral. Dengan Transs, Fariz menawarkan konsep musik fusion , yang akhirnya membuat sejumlah grup musik terinspirasi untuk menggarap musik fusion, yang memadukanjazz dan rock. Transs adalah grup yang maunya beridealisme tinggi. Ini terlihat dari kalimat yang tertera pada sampul album Transs, Hotel San Vicente (1981): "pembaharuan musik Indonesia dalam warna, personalitas, dan gaya". Boleh jadi kalimat itu berkonotasi gagah-gagahan belaka. Namun patut diakui, sejak pemunculan Transs, mulailah muncul grup-grup fusion seperti KrakatauKarimata, Emerald, dan lain-lain
Pada tahun 1983, Fariz bergabung dengan Iwan Madjid dan Darwin B Rachman membentuk kelompok musik Wow!. Mereka bertiga, Iwan (vokalpianokeyboard), Darwin (bas), dan Fariz (drum) kemudian merilis album bertajuk Produk Hijau. Wow! tetap menghadirkan nuansa rock progresif lewat lagu-lagu seperti "Pekik Merdeka", "Armageddon", hingga "Purie". Dhewayani. Setelah debut album dirilis, Fariz RM mengundurkan diri dari formasi Wow! karena alasan sakit. Saat itu, selain bergabung dengan Wow!, Fariz juga aktif di kelompok Symphony hingga Jakarta Rhythm Section, serta beberapa proyek album solonya.
Setelah itu, Fariz terus menelurkan karya-karyanya, baik di Indonesia maupun internasional. Selama 25 tahun kariernya sejak tahun 1978 hingga 2003, Fariz telah menghasilkan 20 album solo, 72 album kolaborasi, 18 album soundtrack, 27 album produksi dimana dia berperan sebagai produser, serta 13 album internasional yang dirilis di Eropa dan Asia Pasifik.Di antara lagu-lagu ciptaannya yang terkenal hingga sekarang adalah "Barcelona", "Nada Kasih" (duet dengan Neno Warisman), "Susie Bhelel", "Menggapai Bintang" (Symphony), "Selamat Untukmu" (Jakarta Rhythm Section), dan "Renungan" (Dibayang Dewasa) yang menampilkan duet Fariz RM dengan Marissa Haque.
Fariz pernah 'menghilang' sekitar 10 tahun dari panggung musik Indonesia. Untuk membuktikan eksistensinya, Fariz menggelar konser terbesarnya, yaitu Pagelaran Zaman Emas Fariz RM, 21 Agustus 2003 di Plenari Hall, JCC Jakarta. Konser tersebut menghadirkan pula keponakannya Sherina MunafReza ArtameviaTiti DJKaton BagaskaraWarna/rif, dan Syaharani. Tak hanya itu, Dwiki Dharmawan ditunjuk untuk menggarap komposisi lagu dalam konser tersebut. Meski Fariz tetap memperlihatkan kepiawaiannya, konser tersebut dinilai gagal karena jumlah penonton yang hadir terbilang cukup sedikit (hanya 2000 orang dari kapasitas 5000). Selain itu, Fariz dinilai terburu-buru, karena setelah menghilang sekian tahun, tiba-tiba muncul dengan konser akbarnya.
Usai menjalani masa hukuman, Fariz menggelar konser tunggal yang bertajuk Anthology Live Concert, di Rolling Stone Live Stone, Jln. Ampera Raya No.16, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, 25 Juli 2008. Pada konser tunggalnya tersebut Fariz berkolaborasi dengan artis-artis muda antara lain adalah Sherina Munaf, Koil, dan White Shoes & The Couples Company.
Dibulan Oktober mendatang, Fariz RM & Dian Permana Putra ingin meluncurkan sebuah karya baru dialbum baru yaitu Fariz RM & Dian Permana Putra in Collaboration. Dialbum ini, Fariz RM & Dian Permana Putra akan.berkolaborasi denganSandy SondoroFatin ShidqiaAngel Pieters3 Composer, dan lain lain dialbum ini. Dialbum ini berisikan 11 lagu, yang diluncurkan pada Oktober mendatang, Album ini akan dijual direstoran KFC seluruh Indonesia.
Fariz menikah dengan Oneng Diana Riyadini, mantan peragawati asal SemarangJawa Tengah pada akhir tahun 1989. Tak terlalu lama menunggu, Fariz-Oneng pun segera dikaruniai momongan. Namun sayang, putri pertama mereka, Ramanitya Khadifa hanya 15 detik menghirup udara dunia karena paru-parunya tidak berkembang. Dua tahun kemudian, pasangan ini pun dikaruniai putri kembar, Ravenska Atwinda Difa dan Rivenski Atwinda Difa yang lahir 26 Oktober 1991. Kemudian si kembar memiliki adik, Syavergio Avia Difaputra lahir 11 September 1998

Album Solo


 ALBUM " PERISTIWA 77 - 81 "  1982           
Judul Lagu :



    ALBUM PERISTIWA 81 - 84 " 1984
    Judul Lagu :


 ALBUM " SAKURA " 1980             
Judul Lagu :
 ALBUM " PANGGUNG PERAK " 1981                 
Judul Lagu :
ALBUM " DO NOT ERASE " 1987                  
Judul Lagu :



 ALBUM " LIVING IN THE WESTERN "  1988               
Judul Lagu :


    ALBUM " KATAKAN "
    Judul Lagu :

ALBUM " SELANGKAH KE SEBERANG " 1979
Judul Lagu :

     ALBUM " PESONA RINDU " 1983
     Judul Lagu :


    ALBUM " FASHIONOVA " 1989
    Judul Lagu :



    ALBUM " BALADA " 1992
    Judul Lagu :



    ALBUM " ASEAN SKIES " 1992
    Judul Lagu :
  • Thank You For The Dream
  • Crazy Coconut
  • Kissing Manhattan
  • Goodbye Hello
  • Are You Happy Now
  • Rythm On My Feet
  • Find The Love Again
  • Sunsests Can Be Fun



     ALBUM " ROMANTIC " 1993
     Judul Lagu :


ALBUM " REVOLUSI ULAR,HIU & CENDRAWASIH "
Judul Lagu :


KUMPULAN LAGU
Judul Lagu :

Terima kasih telah mengunjungi blog ini semoga anda puas dengan sajian yang saya berikan sekaligus menambah koleksi lagu lagu anda ( Anaktaeng Blogspot )

Udhin Beat
Makassar
082 190 433 123

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar